Halal Bihalal dan HUT ke-1089 Nganjuk: Media, LSM, dan Aktivis Satukan Visi Tanpa Sekat -->

Iklan Semua Halaman

PASANG IKLAN ANDA DISINI, HUBUNGI ADMIN

Halal Bihalal dan HUT ke-1089 Nganjuk: Media, LSM, dan Aktivis Satukan Visi Tanpa Sekat

Admin Redaksi
Saturday, 18 April 2026

Aktifis Peduli Nganjuk Puguh Santoso 

NGANJUK Detik republik.com

Suasana penuh sukacita dan keakraban menyelimuti acara Halal Bihalal yang sekaligus memperingati Hari Jadi Kabupaten Nganjuk ke-1089 tahun. Kegiatan yang digagas oleh Titin Suratini S.SOS dan gabungan Media, LSM,  Aktivis ,se-Kabupaten Nganjuk,digelar di Convention Hall SMK Kusuma Negara, Baron, pada Sabtu (18/04/2026). 

Acara berlangsung sangat meriah dan hangat. Meskipun para hadirin datang dari berbagai latar belakang organisasi yang berbeda, tidak terlihat adanya sekat pemisah di antara mereka. Semua berbaur dengan penuh kehangatan, menjalin silaturahmi yang erat dalam satu wadah kebersamaan.

Salah satu aktivis sosial, Puguh Santoso, mengungkapkan rasa bangganya atas terselenggaranya acara tersebut. Dalam kesempatannya, ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan bahkan lebih meriah serta penuh makna di tahun-tahun mendatang.
 
"Selain sebagai ajang silaturahmi, acara ini juga bertujuan menyatukan visi sebagai kontrol sosial demi kemajuan Kabupaten Nganjuk," ujar pria yang akrab disapa Bujel ini.
 
Lebih jauh, Bujel menjelaskan peran strategis para aktivis dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, aktivis berperan sebagai Agen Perubahan (Agent of Change) yang mendorong transformasi sosial dan politik demi kehidupan yang lebih baik.
 
"Kami hadir sebagai agen perubahan sosial, politik, dan lingkungan yang mendorong perbaikan melalui advokasi, edukasi, dan aksi nyata. Kami menggerakkan masyarakat, mengkritisi kebijakan, serta memobilisasi dukungan untuk isu keadilan, kemanusiaan, dan lingkungan," paparnya.
 
Adapun peran konkret yang dijalankan aktifis antara lain:
 - Edukator Masyarakat: Meningkatkan kesadaran publik agar tidak apatis terhadap persoalan sosial, lingkungan, dan pendidikan.
- Advokasi Kebijakan: Memperjuangkan hak-hak sipil, menuntut perubahan kebijakan yang dinilai keliru, serta mengkritik eksploitasi lingkungan.
- Penggerak (Mobilisator): Menggalang dukungan publik melalui kampanye digital maupun aksi langsung.
- Relawan & Penggerak Aksi Nyata: Terjun langsung menangani masalah di lapangan, mulai dari penanggulangan bencana hingga pelestarian alam.
 
"Kami hadir di tengah masyarakat sebagai penyambung lidah rakyat, yang mungkin belum terwakili oleh wakil-wakil rakyat yang duduk di kursi DPR," tegasnya. Dalam menjalankan fungsi tersebut, para aktivis juga berperan sebagai jembatan penghubung antara masyarakat dan pembuat kebijakan, serta memanfaatkan teknologi dan media sosial sebagai sarana kampanye modern yang efektif.(Tomo)