Laklak, Jajanan Tradisional Bali yang Terus Bertahan di Tengah Arus Modernisasi -->

Iklan Semua Halaman

PASANG IKLAN ANDA DISINI, HUBUNGI ADMIN

Laklak, Jajanan Tradisional Bali yang Terus Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

Admin Detik
Friday, 14 August 2026
Bali, Di sebuah warung sederhana di pinggir jalan, sekelompok wisatawan terlihat antusias mencicipi sepiring kue berwarna hijau yang disajikan di atas wadah anyaman bambu berteduh daun pisang. Kue tersebut adalah laklak, salah satu jajanan tradisional (jaja) khas Bali yang hingga kini masih diproduksi dengan cara turun-temurun. Dibuat dari campuran tepung beras dan air perasan daun suji, adonan laklak dituangkan sedikit demi sedikit ke atas cetakan tanah liat yang dipanaskan, sehingga menghasilkan tekstur lembut dengan motif khas di permukaannya. Setelah matang, kue ini ditaburi kelapa parut yang telah disangrai, lalu disajikan dengan taburan gula merah cair atau gula pasir sebagai pelengkap rasa manis yang menggoda.

Kelezatan laklak tidak hanya terletak pada cita rasanya, tetapi juga pada proses pembuatannya yang sarat nilai budaya. Para perajin laklak biasanya memulai aktivitasnya sejak dini hari agar kue tetap segar saat dijual di pasar-pasar tradisional maupun di kawasan wisata. Cara pembuatannya yang unik, yaitu dengan memanggang adonan satu per satu menggunakan cetakan kecil, menjadikan laklak memiliki ciri khas berupa serangkaian bulatan-bulatan kecil yang tersusun seperti tabung. Hidangan ini kerap disajikan dalam acara adat dan upacara keagamaan sebagai simbol kebersamaan, sekaligus menjadi oleh-oleh favorit bagi wisatawan yang berkunjung ke Pulau Dewata.


Meskipun zaman terus berkembang dan banyak jajanan modern bermunculan, laklak tetap memiliki tempat khusus di hati masyarakat Bali. Para pedagang muda pun mulai berinovasi dengan mengemas laklak secara lebih menarik dan higienis tanpa meninggalkan cita rasa aslinya. Kehadiran laklak di berbagai festival kuliner menjadi bukti bahwa makanan tradisional ini tidak tergerus zaman, bahkan semakin dikenal luas hingga ke mancanegara. Dengan terus dilestarikan oleh generasi muda, laklak diharapkan mampu bertahan sebagai warisan kuliner Nusantara yang membanggakan, sekaligus pengingat akan kekayaan budaya lokal yang patut dijaga selamanya.