HALSEL, Detikrepublik.com - Kepsek Muslan Munawar, S.Pd., PPPK, Gr. di sorot masalah Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2025 Tahap 2 di SMK Perikanan Terpadu Global Pratama, Desa Dowora, Kecamatan Gane Barat Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, mendapat sorotan.
Sorotan berkaitan dengan realisasi anggaran, khususnya pos pengembangan perpustakaan sebesar Rp19.440.800 yang dalam data BOS tercatat dialokasikan untuk sekolah. Sementara itu, berdasarkan kondisi yang terlihat di lapangan, keberadaan ruang perpustakaan tidak ada.
Selain itu, buku yang terlihat dibelanjakan oleh Kepsek SMK hanya berkaitan dengan kebutuhan pembelajaran kelas X, sehingga muncul pertanyaan mengenai perencanaan pengadaan buku untuk siswa kelas XI dan XII serta realisasi anggaran pada pos tersebut.
Buku yang di belanjakan oleh kepsek:
1. Informatika
2. Dasar-Dasar Agribisnis Perikanan
3. Koding & Kecerdasan Artifisial
4. Matematika
5. Sejarah
6. Bahasa Indonesia
7. Pendidikan Pancasila
8. Bahasa Inggris
Dari judul buku yang terlihat, buku-buku tersebut disebut diperuntukkan bagi kebutuhan pembelajaran kelas X. Kondisi ini kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai penggunaan sisa anggaran pengembangan perpustakaan yang tercatat sebesar Rp19.440.800.
Untuk memastikan tidak terjadi penggelapan anggaran, pihak sekolah diharapkan dapat memberikan penjelasan terbuka terkait RKAS, bukti pembelian buku, jumlah dan harga buku, kondisi ruang perpustakaan, serta realisasi setiap pos Dana BOS Tahap 2 Tahun 2025.
Sementara, berdasarkan data Anggaran Dana BOS Tahun 2025 Tahap 2, SMK Perikanan Terpadu Global Pratama tercatat menerima dana sebesar Rp97.204.000. Dana tersebut tercatat untuk 76 siswa penerima, dengan tanggal pencairan 27 Agustus 2025. Ini juga tidak ada transparansi dalam pengelolaan di sekolah.
Selain pengembangan perpustakaan, di dalam data juga menjelaskan sejumlah rincian penggunaan pos anggaran:
• Penerimaan Peserta Didik Baru Rp750.000,
• Pengembangan Perpustakaan Rp19.440.800,
• Kegiatan Pembelajaran dan Ekstrakurikuler Rp2.550.000,
• Kegiatan Asesmen/Evaluasi Pembelajaran Rp10.075.000,
• Administrasi Kegiatan Sekolah Rp31.543.200,
• Pengembangan Profesi Guru dan Tenaga Kependidikan Rp1.000.000,
• Penyediaan Alat Multi Media Pembelajaran Rp4.440.000,
• Pembayaran Honor Rp28.500.000
Total Dana: Rp98.299.000,
Siswa SMK menyoroti terkait anggaran, kenapa tidak di transparansi dalam pengengolaan,
Siswa mendesak bahwa secara struktural dan kelembagaan, SMK-P Terpadu Global Pratama yang berlokasi di Halmahera Selatan berada di bawah tanggung jawab Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara, agar bertindak secepatnya turun ke SMK untuk melakukan pemeriksaan terkait pengelolaan anggaran.
Karna keterangan di data "Bila ada perbedaan antara data di JAGA dan data yang dimiliki oleh walidata, maka yang menjadi acuan adalah data yang dimiliki oleh walidata
"Dan apakah masalah yang di kelola di lapangan sesuai dengan data yang kami temukan di dalam data dan untuk memastikan hal ini perlu ada tindakan dari Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Utara," tegas siswa.
Hingga berita ini ditayangkan belum ada tanggapan dari kepsek SMK dan Pihak Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Utara berdasarkan keluhan Siswa. (Red/Tim)
.png)
Komentar