Dugaan Pinjaman Dana PKL Rp3 Juta, Tampa Sepengetahuan, 10 Siswa SMK Desak Yayasan Periksa Kepsek -->

Iklan Semua Halaman

PASANG IKLAN ANDA DISINI, HUBUNGI ADMIN

Dugaan Pinjaman Dana PKL Rp3 Juta, Tampa Sepengetahuan, 10 Siswa SMK Desak Yayasan Periksa Kepsek

Admin Redaksi
Saturday, 19 September 2026
HALSEL, Detikrepublik.com — Kepsek SMK Perikanan Terpadu Global Pratama, Desa Dowora, Kecamatan Gane Barat Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Muslan Munawar, S.Pd., Gr., menjadi sorotan 10 siswa yang mengikuti kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di UPTD Balai Benih Ikan (BBI) Kota Ternate.

Sorotan mencuat setelah para siswa mempertanyakan dugaan penggunaan uang PKL sebesar Rp3 juta yang dipinjam oleh kepala sekolah sebelum rombongan siswa berangkat ke Ternate.

Salah seorang siswa yang meminta identitasnya dirahasiakan kepada media mengungkapkan, sebelum keberangkatan menuju lokasi PKL, pihaknya mendapat informasi bahwa kepala sekolah diduga meminjam uang sebesar Rp3 juta dari dana yang dikelola panitia PKL.

“Awalnya kami mendapat informasi bahwa kepala sekolah meminjam uang Rp3 juta. Karena uang tersebut berkaitan dengan kebutuhan PKL, kami kemudian mempertanyakan persoalan itu kepada panitia,” ujar siswa.

Menurut keterangan siswa, persoalan semakin menjadi perhatian setelah muncul perbedaan informasi mengenai persetujuan peminjaman uang.

Siswa itu menjelaskan, istri kepala sekolah yang juga guru di SMK, mendatangi bendahara panitia dan menyampaikan bahwa kepala sekolah hendak meminjam uang Rp3 juta. Dalam pembicaraan tersebut, istri kepala sekolah mengatakan bahwa peminjaman saya sudah mendatangi ketua panitia dan dia mau. 

Namun, ketika bendahara kemudian melakukan konfirmasi kepada ketua panitia, menurut keterangan siswa, ketua panitia justru membantah terkait masalah bahwa ada persetujuan maupun didatangi terkait peminjaman uang itu.

“Ketua panitia menyampaikan bahwa istri kepala sekolah belum pernah datang kepadanya untuk meminta persetujuan terkait pinjaman uang Rp3 juta tersebut,” ungkapnya.

Perbedaan keterangan ini kemudian memunculkan pertanyaan di kalangan siswa mengenai mekanisme penggunaan dan pertanggungjawaban dana PKL.

Para siswa juga mengaku mulai merasakan dampak dari persoalan, setelah tiba di Ternate untuk melaksanakan PKL. Mereka menyebut kebutuhan konsumsi, makanan, serta biaya untuk aktivitas selama menjalani PKL itu terbatas.

“Setelah kami sampai di tempat PKL, kami mengalami kekurangan uang untuk konsumsi, membeli makanan dan kebutuhan lainnya. Kami mempertanyakan kenapa uang yang seharusnya menunjang kebutuhan kami justru menjadi persoalan,” kata siswa.

Atas persoalan yang terjadi, kami sebanyak 10 siswa peserta PKL mendesak pimpinan Yayasan SMK Perikanan Terpadu Global Pratama, Sitirahiya Hi. Umar, S.Ag., M.A., Pendiri Lembaga/Tokoh Penggagas: Dr. Abdurrahman Hi. Usman. agar segera melakukan klarifikasi dan menindaklanjuti dugaan persoalan penggunaan uang PKL tersebut.

Para siswa juga meminta agar pihak yayasan memeriksa secara transparan alur penggunaan dana PKL, termasuk memastikan apakah benar terdapat peminjaman uang sebesar Rp3 juta dan atas dasar persetujuan siapa uang tersebut dikeluarkan.

Mereka menilai persoalan tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena dana yang dipersoalkan berkaitan dengan kebutuhan siswa selama menjalani kegiatan PKL.

“Uang itu berasal dari keringat orang tua kami. Kami hanya meminta kejelasan dan pertanggungjawaban mengenai penggunaannya,” desak siswa kepada yayasan.

Para siswa mengaku hingga kini masih menunggu respons dari pihak yayasan. Mereka memilih menahan persoalan tersebut agar tidak langsung berkembang di tengah masyarakat, sembari memberikan kesempatan kepada pihak yayasan untuk menyelesaikannya secara internal.

Namun, apabila tidak ada respon maupun penyelesaian yang jelas, para siswa menyatakan siap membuka persoalan kepada publik.

“Kami masih menunggu respon cepat dari pimpinan yayasan. Kalau tidak ada penyelesaian, kami akan menyampaikan persoalan ini kepada masyarakat agar semuanya jelas,” ujarnya.

Hingga berita ini disusun, keterangan mengenai dugaan peminjaman uang Rp3 juta masih bersumber dari pengakuan siswa. Kepsek SMK P. Terpadu Global Pratama, Muslan Munawar, serta pihak Yayasan SMK Perikanan Terpadu Global Pratama perlu diberikan ruang untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan mengenai persoalan yang terjadi di SMK. (Red/Tim)