detikRepublik.com:Luwuk Banggai Sulawesi Tengah – 19/6/2026 aksi mahasiswa kembali menggema di Kabupaten Banggai. Sejumlah mahasiswa turun ke jalan membawa berbagai isu strategis daerah, dengan sorotan utama pada persoalan ketenagakerjaan, transparansi kebijakan, serta lemahnya pengawasan terhadap perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.jum'at (19/6/2026
Aksi yang berlangsung dinamis itu langsung mendapat tanggapan dari Ketua Komisi I DPRD Banggai, Lisa Sundari. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam dan berkomitmen memperjuangkan setiap temuan serta aspirasi yang disampaikan mahasiswa, baik melalui aksi lapangan maupun forum resmi seperti Rapat Dengar Pendapat (RDP).
Lisa mengungkapkan, melalui rapat kerja yang telah dilakukan Komisi I, pihaknya menemukan bahwa persoalan tenaga kerja di Banggai bukanlah hal baru. Ketergantungan perusahaan terhadap tenaga kerja tertentu, serta lemahnya sistem pengawasan, menjadi akar masalah yang terus berulang.
“Persoalan ini selalu muncul dari waktu ke waktu. Mulai dari upah yang tidak layak, jaminan keselamatan kerja yang minim, hingga kontrol yang belum jelas. Sejak saya duduk di Komisi I, isu tenaga kerja ini terus kami diskusikan dan kawal,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah memproses pemanggilan sejumlah pihak terkait, termasuk dinas teknis dan perusahaan, untuk duduk bersama dalam forum RDP. Komisi I bahkan telah turun langsung ke lapangan guna memastikan kondisi riil yang dihadapi para pekerja.
Selain itu, pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Ketenagakerjaan masih menunggu langkah dari Pemerintah Daerah. Meski demikian, DPRD memastikan fungsi pengawasan tetap berjalan.
“Satgas masih menunggu dari pemerintah daerah, tapi Komisi I akan terus mengawasi setiap persoalan yang ada. Kami tidak akan lepas tangan,” tegas Lisa.
Tak hanya soal ketenagakerjaan, DPRD juga menyoroti evaluasi sistem, termasuk sistem absensi ASN dan berbagai mekanisme yang dinilai belum berjalan optimal. Aspirasi mahasiswa disebut menjadi pemicu penting untuk mempercepat pembenahan tersebut.
Dalam waktu dekat, Komisi I berencana menggelar RDP lanjutan dengan melibatkan lintas komisi. Agenda ini akan difokuskan pada pendalaman persoalan sekaligus merumuskan langkah konkret agar permasalahan tidak berlarut-larut.
“Kami akan segera menggelar RDP minggu ini. Semua komisi akan kami libatkan agar pembahasan lebih komprehensif dan cepat selesai,” katanya.
Namun demikian, Lisa menekankan bahwa setiap langkah harus melalui kajian hukum yang matang agar tidak menimbulkan kesalahan kebijakan di kemudian hari.
“Kami tidak ingin gegabah. Semua harus ditelaah secara hukum agar langkah yang diambil tepat dan tidak menimbulkan persoalan baru,” jelasnya.
Salah satu isu krusial yang juga disorot adalah kewajiban perusahaan dalam mempekerjakan tenaga kerja lokal. Berdasarkan ketentuan, komposisi tenaga kerja seharusnya 80 persen lokal dan 20 persen dari luar daerah. Namun, fakta di lapangan menunjukkan aturan tersebut belum sepenuhnya dipatuhi.
“Saya sudah sampaikan ke perusahaan, silakan berinvestasi di Banggai. Tapi hak-hak tenaga kerja lokal harus dihormati. Jangan diabaikan,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Lisa meminta dukungan dari seluruh anggota DPRD serta kesabaran dari mahasiswa dalam mengawal proses yang sedang berjalan. Ia memastikan bahwa Komisi I juga tengah menyiapkan langkah administratif untuk mempercepat penanganan persoalan ketenagakerjaan.
“Saya mohon dukungan semua pihak. Kepada adik-adik mahasiswa, tetap kawal dan bersabar. Kami sedang bekerja dan akan terus memperjuangkan ini,” tutupnya.
Aksi mahasiswa ini menjadi pengingat bahwa sinergi antara masyarakat, mahasiswa, dan pemerintah sangat dibutuhkan untuk mendorong perubahan nyata di Kabupaten Banggai, khususnya dalam menciptakan keadilan dan kesejahteraan bagi tenaga kerja lokal.
.png)
Komentar