Mahasiswa KKN-PPM UNTIKA Tanam Mangrove di Mayayap, Dorong Perhatian Pemerintah Daerah, Pusat, untuk Program Jangka Panjang -->

Iklan Semua Halaman

PASANG IKLAN ANDA DISINI, HUBUNGI ADMIN

Mahasiswa KKN-PPM UNTIKA Tanam Mangrove di Mayayap, Dorong Perhatian Pemerintah Daerah, Pusat, untuk Program Jangka Panjang

Admin Redaksi
Sunday, 3 May 2026
Aksi nyata pelestarian lingkungan kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM). Dok/detikRepublik.com


Mayayap, Bualemo, detikRepublik.com— Aksi nyata pelestarian lingkungan kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Kecamatan Bualemo Angkatan XXXIII Universitas Tompotika (UNTIKA) Tahun 2026. Bersama Kelompok Tani Mangrove Kalibosi, para mahasiswa melakukan penanaman mangrove di pesisir Desa Mayayap sebagai langkah strategis menjaga ekosistem sekaligus investasi lingkungan jangka panjang.

Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk kepedulian terhadap kondisi pesisir yang mulai mengalami abrasi serta degradasi lingkungan. Penanaman mangrove dinilai menjadi solusi efektif dalam menahan gelombang laut, mencegah erosi, serta menciptakan habitat alami bagi berbagai biota laut yang menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat.

Koordinator Kecamatan (Korcam) KKN-PPM Bualemo, (Fauzan K Darise,)menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan dampak berkelanjutan, bukan hanya untuk saat ini tetapi juga bagi generasi mendatang.

“Penanaman mangrove ini merupakan langkah awal untuk menjaga keseimbangan alam di wilayah pesisir Desa Mayayap. Kami berharap ini menjadi perhatian serius pemerintah, khususnya pemerintah pusat, agar program seperti ini dapat didukung secara berkelanjutan dan terstruktur,” ujarnya.

Menurut Fauzan, mangrove memiliki peran penting dalam mitigasi perubahan iklim karena mampu menyerap karbon dalam jumlah besar. Oleh karena itu, keterlibatan semua pihak, mulai dari masyarakat lokal hingga pemerintah pusat, sangat dibutuhkan agar upaya pelestarian ini tidak terhenti di tengah jalan.

Kelompok Tani Mangrove Kalibosi yang turut terlibat juga menyambut baik kolaborasi ini. Mereka menilai kehadiran mahasiswa KKN membawa semangat baru dalam menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ekosistem mangrove.

“Kami sangat terbantu dengan kehadiran adik-adik mahasiswa. Harapan kami, kegiatan seperti ini terus berlanjut dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah agar hasilnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” ungkap salah satu anggota kelompok tani.
Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain, bahwa sinergi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah mampu menciptakan perubahan nyata. Program penanaman mangrove juga dinilai sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan yang tengah didorong oleh pemerintah pusat, khususnya dalam sektor lingkungan hidup dan ketahanan pesisir.

Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap alam, mahasiswa KKN-PPM UNTIKA bersama masyarakat Desa Mayayap telah menanam harapan baru. Kini, perhatian dan dukungan pemerintah pusat menjadi kunci agar upaya ini dapat berkembang menjadi program besar yang berkelanjutan, demi menjaga masa depan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat pesisir Indonesia.