Dugaan Pembunuhan Naman Petrus Barasa Menguak: Fakta Luka Tak Sinkron, Publik Desak Polri Bertindak Tegas -->

Iklan Semua Halaman

PASANG IKLAN ANDA DISINI, HUBUNGI ADMIN

Dugaan Pembunuhan Naman Petrus Barasa Menguak: Fakta Luka Tak Sinkron, Publik Desak Polri Bertindak Tegas

Admin Redaksi
Friday, 27 March 2026

DetikRepublik.com | Dairi — Kematian Naman Petrus Barasa kian memantik kemarahan publik. Dugaan pembunuhan mencuat kuat setelah kondisi jasad korban yang ditemukan di sungai Dusun Lau Gunung, Desa Pamah, Kecamatan Tanah Pinem, dinilai jauh dari logika kematian akibat tenggelam. Fakta di lapangan berbicara lain—luka-luka brutal justru mendominasi.

Istri korban, Feni Indriani Bancin, telah melaporkan kasus ini ke Polres Dairi dengan nomor STTLP/B/124/III/2026/SPKT/POLRES DAIRI/POLDA SUMATERA UTARA, tertanggal 26 Maret 2026. Laporan mengarah pada dugaan tindak pidana pembunuhan, dengan terlapor berinisial HT—orang terakhir yang bersama korban sebelum hilang.

Pendampingan hukum dilakukan oleh Biro Hukum Laskar Merah Putih (LMP) Dairi melalui kuasa hukum Jetra Bakara dan tim.

Luka Tak Bisa Dibantah, Narasi Tenggelam Dipertanyakan

Kondisi jasad korban menjadi sorotan utama. Sejumlah temuan mengindikasikan adanya kekerasan berat:

  • Rahang remuk
  • Bola mata kiri hilang
  • Kaki kiri patah
  • Lebam di pergelangan tangan dan kaki
  • Jari tangan kiri hilang
  • Memar di sekujur tubuh
  • Tidak ditemukan ciri khas jenazah tenggelam meski korban hilang lima hari

Fakta ini dinilai bertolak belakang dengan dugaan awal kematian karena tenggelam. Publik kini mempertanyakan: apakah ada upaya menutup-nutupi?

“Ini bukan sekadar janggal—ini sudah mengarah pada dugaan pembunuhan. Aparat tidak boleh ragu,” tegas Jetra.

Lima Hari Hilang, HT Jadi Titik Kunci

Korban terakhir terlihat pada 18 Maret 2026 saat dijemput HT. Setelah itu, korban hilang tanpa jejak hingga ditemukan tak bernyawa lima hari kemudian.

Kuasa hukum menegaskan bahwa HT harus diperiksa secara intensif karena diduga mengetahui rangkaian peristiwa selama korban hilang.

Dugaan Kaitan Narkoba, Ujian Serius Bagi Aparat

Informasi yang berkembang menyebutkan, hilangnya korban berkaitan dengan penggerebekan narkoba pada tanggal yang sama. Jika benar, maka kasus ini berpotensi menyeret jaringan lebih luas.

Desakan pun menguat agar Polri tidak berhenti di permukaan.

“Kalau ada kaitan dengan narkoba, bongkar sampai ke akar. Jangan ada yang dilindungi,” tegas Ketua LMP Dairi, Fry Charles Pasaribu.

Keluarga Menjerit, Keadilan Ditunggu

Di tengah tekanan publik, keluarga korban hanya menuntut satu hal: keadilan yang nyata.

“Saya mohon kasus ini diusut seterang-terangnya. Banyak kejanggalan yang kami lihat. Kami ingin keadilan,” ujar Feni.

Permintaan autopsi kini menjadi krusial untuk membuktikan penyebab kematian secara ilmiah. Publik menilai, transparansi penyelidikan adalah kunci agar kepercayaan terhadap institusi penegak hukum tidak runtuh.

Hingga saat ini, Polres Dairi masih melakukan penyelidikan. Namun tekanan publik terus meningkat—menuntut keberanian dan ketegasan aparat.

Kasus ini bukan hanya soal kematian satu orang. Ini adalah ujian integritas: apakah hukum berdiri untuk kebenaran, atau justru tunduk pada kekuatan yang mencoba membungkam fakta. (MZT)

Redaksi: Detikrepublik.com

Editor: Zulkarnain Idrus