GUBSU BERKANTOR DI NIAS, PDK KOSGORO 1957: SOSOK PEMIMPIN YANG DIRINDUKAN MASYARAKAT -->

Iklan Semua Halaman

PASANG IKLAN ANDA DISINI, HUBUNGI ADMIN

GUBSU BERKANTOR DI NIAS, PDK KOSGORO 1957: SOSOK PEMIMPIN YANG DIRINDUKAN MASYARAKAT

Admin Detik
Friday, 14 August 2026

MEDAN — DetikREPUBLIK.com | Langkah Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution berkantor dan menjalankan aktivitas pemerintahan dari Kepulauan Nias mendapat apresiasi dari PDK Kosgoro 1957 Sumatera Utara.


Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah positif dalam mendekatkan pemerintah dengan masyarakat, khususnya warga di wilayah kepulauan yang selama ini memiliki tantangan tersendiri dalam hal akses pelayanan, konektivitas, infrastruktur dan pemerataan pembangunan.


Sekretaris PDK Kosgoro 1957 Sumatera Utara, Boy Iskandar Rangkuti, menyampaikan apresiasi tersebut di Medan, Kamis (13/8/2026).


Menurut Boy, kehadiran langsung seorang gubernur di daerah bukan sekadar perpindahan tempat menjalankan tugas pemerintahan. Lebih dari itu, kehadiran tersebut menunjukkan kemauan seorang pemimpin untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat dan berbagai persoalan yang mereka hadapi.


“Ini adalah sosok gubernur yang dirindukan masyarakat. Belum ada selama ini gubernur yang turun langsung. Kolaborasi Sumut Berkah menjadi impian nyata bagi masyarakat Kepulauan Nias,” ujar Boy Iskandar Rangkuti.


Ia menilai, pemimpin daerah idealnya tidak hanya bekerja berdasarkan laporan yang diterima dari jajaran birokrasi. Dengan turun langsung ke lapangan, seorang kepala daerah dapat memperoleh gambaran yang lebih objektif mengenai kondisi masyarakat.


“Pemimpin tidak hanya berada di pusat pemerintahan, tetapi hadir dan merasakan langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di daerah. Kami sangat apresiasi,” katanya.


Nias Butuh Perhatian Serius

PDK Kosgoro 1957 Sumut melihat berkantornya Gubernur di Nias sebagai momentum penting untuk memperkuat perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terhadap pembangunan kawasan kepulauan tersebut.


Sejumlah persoalan strategis seperti infrastruktur jalan, konektivitas, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, perekonomian masyarakat serta pengembangan potensi pariwisata dan kelautan dinilai membutuhkan perhatian berkelanjutan.


Boy mengatakan, kehadiran gubernur di Nias seharusnya menjadi kesempatan untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat, pemerintah kabupaten/kota, tokoh masyarakat, pelaku usaha serta berbagai elemen lainnya.


Dengan demikian, kebijakan yang nantinya diambil pemerintah provinsi dapat lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.


Menurutnya, masyarakat Nias tidak hanya membutuhkan kunjungan pejabat, tetapi juga menginginkan kebijakan nyata dan pembangunan yang dapat dirasakan secara langsung.


Jangan Berhenti pada Seremonial

PDK Kosgoro 1957 Sumut juga memberikan catatan penting. Kehadiran Gubernur Sumut di Nias diharapkan tidak berhenti sebagai momentum atau kegiatan seremonial semata.


Kehadiran tersebut harus diikuti dengan evaluasi, koordinasi dan keputusan konkret terhadap berbagai persoalan yang ditemukan selama berada di Nias.


“Kalau pemimpin sudah datang, melihat dan mendengar langsung persoalan masyarakat, maka harapan kita tentu ada tindak lanjut dalam bentuk kebijakan dan program yang nyata,” ujar Boy.


Ia menegaskan, masyarakat membutuhkan pemimpin yang mau mendengar keluhan, memahami persoalan dan kemudian bekerja mencari solusi.


Menurutnya, pola kepemimpinan seperti itu akan menciptakan hubungan yang lebih dekat antara pemerintah dengan masyarakat.

Pemerataan Pembangunan Harus Jadi Prioritas

Lebih jauh, PDK Kosgoro 1957 Sumut berharap langkah Gubernur Sumut berkantor di Nias dapat menjadi awal semakin kuatnya perhatian terhadap pembangunan kawasan kepulauan.


Pemerataan pembangunan, kata Boy, harus menjadi bagian penting dari agenda pembangunan Sumatera Utara.


Nias memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan, mulai dari sektor pariwisata, kelautan, perikanan, ekonomi kreatif hingga sektor usaha masyarakat. Namun potensi tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur, konektivitas, sumber daya manusia dan kebijakan pemerintah yang berkesinambungan.


“Pemerataan pembangunan harus menjadi bagian penting untuk mewujudkan Sumatera Utara yang maju dan berkeadilan. Jangan sampai ada masyarakat yang merasa pembangunan terlalu jauh dari mereka,” tegasnya.


Dorong Budaya Pemerintahan yang Dekat dengan Rakyat

PDK Kosgoro 1957 Sumut menilai pola kerja gubernur yang hadir langsung di daerah dapat menjadi contoh budaya pemerintahan baru.


Artinya, pusat pemerintahan tidak harus selalu dipahami hanya sebagai kantor gubernur di ibu kota provinsi. Dalam kondisi tertentu, pemimpin dapat membawa aktivitas pemerintahan lebih dekat kepada masyarakat agar persoalan daerah dapat dipahami secara langsung.


Boy berharap langkah tersebut dapat dilakukan secara berkesinambungan dan tidak hanya diterapkan di Kepulauan Nias.


“Yang kita harapkan adalah budaya baru dalam pemerintahan. Pemimpin hadir di tengah masyarakat, mendengar keluhan mereka, melihat langsung persoalan dan kemudian mengambil kebijakan,” katanya.


PDK Kosgoro 1957 Sumatera Utara, lanjut Boy, akan terus memberikan dukungan terhadap kebijakan pemerintah yang berorientasi pada kepentingan masyarakat, pemerataan pembangunan serta penguatan persatuan di Sumatera Utara.


Menurutnya, keberhasilan seorang kepala daerah pada akhirnya bukan hanya diukur dari berbagai program yang direncanakan, tetapi dari seberapa besar manfaat pembangunan tersebut dirasakan masyarakat.


“Kami berharap berkantornya Gubernur di Nias memberikan dampak nyata. Masyarakat ingin pemimpin yang hadir, mendengar, melihat langsung persoalan dan mengambil kebijakan,” pungkas Boy.


Kehadiran Gubernur Sumatera Utara di Kepulauan Nias pun diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat semangat Sumut Berkah, dengan pemerintahan yang semakin dekat dengan rakyat dan pembangunan yang semakin merata dari daratan hingga wilayah kepulauan.


Redaksi: DetikREPUBLIK.com

Editor: Zulkarnain Idrus