BWS Malut Bergerak Cepat, Pemkab Halsel Dipertanyakan: Ke Mana Selama Puluhan Tahun Krisis Air Dowora? -->

Iklan Semua Halaman

PASANG IKLAN ANDA DISINI, HUBUNGI ADMIN

BWS Malut Bergerak Cepat, Pemkab Halsel Dipertanyakan: Ke Mana Selama Puluhan Tahun Krisis Air Dowora?

Admin Redaksi
Monday, 17 August 2026
HALSEL, Detikrepublik.com - Di tengah respons cepat BWS Maluku Utara, masyarakat Desa Dowora justru mempertanyakan sejauh mana perhatian dan langkah nyata Pemerintah Halmahera Selatan dalam menangani persoalan air bersih yang telah lama mereka menyuarakan.

Dengan respon BWS Malut sejumlah warga menyatakan kepada awak media di lokasi saat membagi air heran karena hingga saat ini belum melihat langkah konkret dari Pemkab Halsel yang benar-benar menjawab kebutuhan air bersih masyarakat Dowora. Padahal, desa yang tinggal berada dalam wilayah administratif Kabupaten Halmahera Selatan dan persoalan air bersih bukan merupakan masalah yang baru terjadi.

"Selama ini kami masyarakat yang bertahan dengan keterbatasan sumber air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Air bukan masalah sepeleh tetapi ini menjadi kebutuhan paling mendasar yang harus diperjuangkan oleh masyarakat dari waktu ke waktu," kata masyarakat. Minggu, (16/8/)

Dengan kondisi yang kami halami menimbulkan selalu timbul pertanyaan dan rasa kekecewaan di tengah masyarakat terhadap pemdah. 

“Kenapa pemerintah daerah yang seharusnya paling dekat dengan masyarakat justru belum terlihat memberikan solusi nyata terhadap persoalan air bersih di Desa Dowora?” demikian pertanyaan yang disampaikan masyarakat. 

Bagi kami warga, persoalan ini bukan sekadar tentang datangnya bantuan air ketika kondisi sudah mengalami kekeringan. Mereka membutuhkan perhatian pemerintah dalam bentuk solusi permanen, sehingga persoalan yang terus berlangsung selama puluhan tahun tidak terus berulang setiap musim kemarau.

Disini Masyarakat juga berharap pemerintah daerah tidak hanya hadir ketika persoalan sudah menjadi sorotan publik, tetapi mampu melakukan langkah antisipasi dan membangun sistem penyediaan air bersih yang dapat digunakan masyarakat secara berkelanjutan.

Ironisnya, masyarakat menilai Pemerintah Halmahera Selatan seakan-akan mereka menutup mata dan telinga sehingga keluhan masyarakat tidak di dengar.

Penilaian semakin muncul di tengah masyarakat karena merasa persoalan yang mereka hadapi sudah berlangsung terlalu lama, namun belum mendapatkan solusi yang benar-benar menyentuh akar masalah," ucap masyarakat.

Di saat BWS Maluku Utara harus menempuh perjalanan laut dan menghadapi gelombang untuk membawa bantuan air bersih ke masyarakat, warga kembali mempertanyakan: ke mana pemerintah daerah selama persoalan ini berlangsung bertahun-tahun? 

"Sebenarnya pemdah sengaja tidak merespon karna sebab masalah dowora ini sudah di ketahui oleh pemdah," tuturnya.

Dengan pertanyaan yang muncul bukan semata-mata bentuk kritik, tetapi bentuk gambaran rasa lelah masyarakat yang telah lama menunggu perhatian dan solusi nyata.

Lanjut, masyarakat Desa Dowora tidak meminta sesuatu yang mewah. Mereka hanya membutuhkan air untuk minum, memasak, mandi, dan menjalani kehidupan sehari-hari.

Karena bagi masyarakat, air bersih bukan sekadar bantuan sementara. Air adalah kebutuhan dasar dan menyangkut keberlangsungan hidup.

"Untuk itu kami berharap kehadiran BWS Maluku Utara menjadi contoh bagi Pemkab Halsel untuk melihat persoalan Dowora lebih serius dan tidak berhenti pada bantuan jangka pendek," harapan masyarakat kepada pemdah.

Masyarakat membutuhkan langkah konkret berupa pembangunan maupun penyediaan sumber air yang layak, infrastruktur pendukung, serta program jangka panjang yang mampu menjamin ketersediaan air bersih bagi warga.

Sebab, sangat memprihatinkan apabila masyarakat Desa Dowora harus terus menghadapi persoalan yang sama dari generasi ke generasi.

Puluhan tahun mengalami krisis air seharusnya cukup menjadi alasan bagi pemerintah untuk bertindak. Masyarakat tidak lagi hanya membutuhkan janji dan perhatian, tetapi membutuhkan bukti nyata bahwa negara hadir di tengah mereka.

"Sampai kapan warga Desa Dowora harus menunggu agar air bersih benar-benar ada aksi nyata yang turunkan agar masyarakat rasakan setiap hari?" tutupnya



Editor: ul