Dua Kilo Sabu Tiga Tersangka dan Dua Nama yang Hilang -->

Iklan Semua Halaman

PASANG IKLAN ANDA DISINI, HUBUNGI ADMIN

Dua Kilo Sabu Tiga Tersangka dan Dua Nama yang Hilang

Admin Redaksi
Tuesday, 15 July 2025

Pontianak, DETIKREPIBLIK.COM — Sekilas, penangkapan dua kilogram sabu oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Barat di Jalan Lintas Malindo, Minggu (13/07), tampak seperti gebrakan besar. Namun ketika tabir ditarik lebih jauh, yang muncul bukanlah kemenangan telak — melainkan potret getir tentang bagaimana perang melawan narkoba masih menyisakan celah kelam.

Tiga tersangka kini mendekam di balik jeruji: MK (28), calo kartu GSM dengan ekonomi pas-pasan; Ags alias Bb (63), warga lanjut usia dari Entikong; serta HD (26), pemuda dari Bulu Kumba yang hidup dari kerja berat sebagai pemikul barang lintas batas. Mereka bukan penguasa jaringan, bukan dalang, hanya pion-pion kecil yang menghidupi keluarga dari pekerjaan berisiko dengan bayaran minim.

Dalam pemeriksaan awal, MK menyebut dua nama kunci: AZZ dan HEN, yang ia klaim sebagai otak pengiriman sabu. Namun hingga kini, dua sosok itu belum tersentuh hukum.

"Suami saya bukan bandar. Dia cuma disuruh. Dia bilang yang nyuruh AZZ dan HEN, tapi kenapa mereka belum dicari?" kata istri MK, lirih, ketika ditemui di rumah sederhananya. Ia juga mengungkap kondisi mental MK yang pernah dua kali dirawat di RSJ Sungai Bangkong. “Saya takut dia kambuh, tapi dia sudah bicara jujur,” ujarnya.

Ketika media mencoba menghubungi BNNP Kalbar untuk mengonfirmasi tindak lanjut pengakuan MK, hasilnya nihil. Hanya seorang staf bernama Galih yang memberi jawaban singkat: “Pimpinan sedang tidak di tempat. Saya hanya bisa menyampaikan ke atasan.

Sementara itu, publik mulai bertanya: jika para pelaku utama telah disebutkan, mengapa langkah hukum seolah berhenti di kelas bawah? Apakah suara dari para ‘pion’ tak cukup kuat untuk menembus benteng jaringan narkoba yang lebih besar. 

Seorang pengamat hukum dan HAM dari Universitas Tanjungpura (yang enggan disebutkan namanya) mengkritisi lambannya respons aparat:
"Jika benar ada nama yang disebut, apalagi dua, penyidik wajib menindaklanjuti. Jika tidak, ini hanya menambah daftar panjang ketimpangan hukum dalam kasus narkotika.

Perang melawan narkoba semestinya tak hanya menjerat mereka yang lemah dan mudah dijangkau. Keadilan sejati menuntut keberanian untuk menelusuri siapa yang bersembunyi di balik bayang-bayang — mereka yang mengendalikan skenario tanpa pernah muncul di panggung depan.

Redaksi akan terus memantau perkembangan kasus ini. Karena dalam perang melawan narkoba, yang dipertaruhkan bukan hanya jumlah barang bukti — tapi integritas dan nyawa manusia di tengah sistem yang acap kali pilih kasih.

Sumber : A Z 

Editor     : R M