
JAKARTA, DetikRepublik.com – Badan Kepegawaian Negara (BKN) terus memperluas pelaksanaan profiling aparatur sipil negara (ASN) sebagai bagian dari upaya membangun sistem manajemen talenta berbasis data. Hingga penghujung 2026, BKN menargetkan sebanyak 600 ribu ASN di seluruh Indonesia dapat mengikuti program tersebut.
Kepala BKN Zudan mengatakan, profiling ASN tidak semata-mata dilakukan untuk kepentingan asesmen. Program tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai potensi, kompetensi, serta kebutuhan pengembangan setiap aparatur.
Menurutnya, informasi yang diperoleh melalui profiling dapat digunakan pemerintah sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam menentukan penempatan pegawai maupun menyusun arah pengembangan karier ASN.
“Profiling ini dilakukan untuk mengetahui secara lebih komprehensif kemampuan dan potensi ASN sehingga dapat ditempatkan dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan organisasi,” kata Zudan dalam keterangannya, Senin (28/9/2026).
BKN juga menempatkan profiling sebagai salah satu bagian dalam penguatan manajemen talenta ASN nasional. Melalui pemetaan tersebut, sejumlah aspek seperti potensi, kompetensi, talent DNA, rencana karier, hingga kemampuan literasi digital dapat dihimpun dalam basis data talenta.
Program ini dilaksanakan secara bertahap dan tidak dipungut biaya bagi instansi pemerintah yang mengikutsertakan ASN-nya.
Zudan mendorong pemerintah pusat maupun daerah memanfaatkan program tersebut secara maksimal agar data yang terkumpul dapat mendukung pengelolaan ASN secara lebih terarah.
Pemkot Pekanbaru Ikut Profiling ASN
Salah satu pemerintah daerah yang mengikuti program tersebut adalah Pemerintah Kota Pekanbaru. Sebanyak 1.255 ASN Pemkot Pekanbaru saat ini mengikuti proses profiling melalui program CACT dan PRO-ASN.
Sebelumnya, pada 2025, sebanyak 963 ASN Pemkot Pekanbaru telah mengikuti asesmen, terdiri atas 194 peserta CACT dan 769 peserta PRO-ASN.
Sementara pada 2026, tercatat tiga peserta CACT dan 1.255 peserta PRO-ASN sedang menjalani proses profiling. Dengan demikian, secara keseluruhan terdapat 1.509 ASN di lingkungan Pemkot Pekanbaru yang telah mengikuti program profiling.
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar menilai pemetaan tersebut dapat menjadi langkah awal bagi pemerintah daerah untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kapasitas sumber daya manusia aparatur.
Ia menyebut pelaksanaan profiling di lingkungan Pemkot Pekanbaru dilakukan melalui CACT dan PRO-ASN dengan melibatkan BKN serta Kantor Regional XII BKN Pekanbaru.
Markarius berharap hasil pemetaan dapat digunakan untuk menyusun pengembangan ASN berdasarkan potensi masing-masing sekaligus menyesuaikannya dengan kebutuhan organisasi.
“Profiling ini bukan untuk memberikan sanksi, tetapi menjadi media untuk melakukan evaluasi diri dan memetakan potensi secara jujur dan adil,” ujarnya.
Hasil profiling selanjutnya dapat menjadi bagian dari proses pemetaan ASN ke dalam talent pool dengan mempertimbangkan potensi dan kinerja. Peserta juga dapat mengakses hasil profiling melalui BKPSDM maupun aplikasi ASN Digital.
Dengan semakin banyak ASN yang mengikuti program tersebut, pemerintah diharapkan memiliki basis data talenta yang lebih lengkap. Data tersebut nantinya dapat menjadi salah satu dasar dalam pengembangan karier, penempatan pegawai, serta pengelolaan talenta ASN sesuai kompetensi dan potensi yang dimiliki.
Redaksi: IL
.png)
Komentar