HUT RI ke-81, Ahmad Zulfikar: Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu, Keadilan Harga Mati -->

Iklan Semua Halaman

PASANG IKLAN ANDA DISINI, HUBUNGI ADMIN

HUT RI ke-81, Ahmad Zulfikar: Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu, Keadilan Harga Mati

Admin Redaksi
Sunday, 16 August 2026

BINJAI — DetikREPUBLIK.com | Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Praktisi Hukum Ahmad Zulfikar, S.H., M.H. menyerukan agar semangat kemerdekaan tidak berhenti pada seremoni. Menurutnya, membangun Indonesia yang kuat harus dibarengi dengan penegakan hukum yang tegas, profesional dan tanpa pandang bulu.

Ahmad Zulfikar menegaskan, kemerdekaan sejati harus mampu menghadirkan rasa aman, kepastian hukum dan keadilan bagi seluruh masyarakat. Hukum tidak boleh hanya menjadi slogan, tetapi harus benar-benar dirasakan kehadirannya oleh rakyat.

“Kemerdekaan bukan hanya bebas dari penjajahan. Kemerdekaan juga berarti masyarakat berhak mendapatkan perlakuan yang adil dan perlindungan hukum yang sama. Penegakan hukum harus tanpa pandang bulu. Bagi saya, keadilan adalah harga mati,” tegas Ahmad Zulfikar.

Ia mengatakan, perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan tidak boleh dimaknai secara dangkal. Pengorbanan jiwa dan raga para pejuang harus menjadi dorongan bagi generasi saat ini untuk meneruskan perjuangan melalui pembangunan, pengabdian dan penegakan nilai-nilai keadilan.

Hukum Tidak Boleh Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas

Sebagai praktisi hukum, Ahmad Zulfikar menyoroti pentingnya prinsip kesetaraan di hadapan hukum.

Menurutnya, tidak boleh ada perbedaan perlakuan dalam proses penegakan hukum hanya karena seseorang memiliki jabatan, kekuasaan, pengaruh atau kemampuan ekonomi.

“Siapa pun yang berhadapan dengan hukum harus diperlakukan secara adil sesuai ketentuan yang berlaku. Jangan sampai hukum hanya terasa keras bagi masyarakat kecil, sementara mereka yang memiliki kekuasaan justru mendapatkan perlakuan berbeda. Prinsip equality before the law harus benar-benar diwujudkan,” ujarnya.

Ia menegaskan, aparat penegak hukum memiliki posisi strategis dalam menjaga kepercayaan publik. Profesionalisme, integritas dan keberanian menjadi modal penting agar hukum tidak kehilangan wibawa.

**“Penegakan hukum membutuhkan keberanian. Kalau memang salah, katakan salah. Kalau benar, lindungi haknya. Jangan hukum digunakan berdasarkan siapa yang berperkara, tetapi berdasarkan fakta, bukti dan aturan hukum,” katanya.

Kemerdekaan Harus Menghasilkan Keadilan

Ahmad Zulfikar menilai pembangunan nasional tidak akan memiliki makna maksimal apabila masyarakat masih merasa kesulitan memperoleh keadilan.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur, ekonomi dan sumber daya manusia harus berjalan beriringan dengan pembangunan sistem hukum yang berintegritas.

“Kita ingin Indonesia maju, tetapi kemajuan itu harus dibangun di atas fondasi hukum dan keadilan. Jangan sampai pembangunan hanya terlihat secara fisik, sementara masyarakat masih merasa tidak mendapatkan kepastian dan perlindungan hukum,” ungkapnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak takut memperjuangkan haknya melalui jalur hukum yang benar, sekaligus mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi atau mengambil tindakan sendiri ketika menghadapi persoalan hukum.

**“Percayakan proses kepada mekanisme hukum. Kritik boleh, pengawasan masyarakat penting, tetapi semuanya harus dilakukan secara bertanggung jawab dan berdasarkan hukum,” jelasnya.

Generasi Muda Harus Menjadi Penjaga Nilai Kemerdekaan

Ahmad Zulfikar juga mengajak generasi muda untuk memahami bahwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan tidak pernah berhenti.

Jika para pahlawan dahulu mengangkat senjata menghadapi penjajah, maka generasi sekarang harus berjuang melalui pendidikan, prestasi, kejujuran, kreativitas, kerja keras dan kepedulian terhadap bangsa.

“Generasi muda jangan hanya menjadi penonton. Jadilah bagian dari perubahan. Bangun negeri dengan ilmu, karya dan integritas. Jangan ikut menyebarkan kebencian dan perpecahan,” pesannya.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan di tengah perbedaan.

Menurutnya, kemerdekaan Indonesia merupakan hasil perjuangan seluruh elemen bangsa, sehingga tidak boleh dirusak oleh kepentingan kelompok maupun konflik yang tidak produktif.

Keadilan Harga Mati

Menutup pernyataannya, Ahmad Zulfikar kembali menegaskan bahwa semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui keberanian membangun negeri dan memperjuangkan keadilan.

“Mari kita sambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan semangat perjuangan. Bangun negeri, jaga persatuan dan tegakkan hukum tanpa pandang bulu. Jangan pernah takut memperjuangkan kebenaran. Karena bagi kita, keadilan bukan sekadar kata-kata. Keadilan adalah harga mati,” pungkasnya.

Ahmad Zulfikar, S.H., M.H. menyampaikan ucapan Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 kepada seluruh masyarakat Indonesia.

“Teruskan perjuangan para pahlawan. Bangun negeri dengan karya nyata, tegakkan hukum dengan integritas, dan perjuangkan keadilan untuk seluruh rakyat Indonesia. Merdeka!”


Reporter: Zulkarnain Idrus