Beranda NKRI, Murid Terpaksa Belajar di Lantai -->

Iklan Semua Halaman

PASANG IKLAN ANDA DISINI, HUBUNGI ADMIN

Beranda NKRI, Murid Terpaksa Belajar di Lantai

Admin Detik
Wednesday, 22 July 2026


SD Negeri 1 Aruk menjadi salah satu sekolah dasar tertua yang ada di daerah perbatasan. Ini menjadi cerminan beranda terdepan NKRI, hal itu disampaikan oleh salah seorang alumni sekolah tersebut, Selasa (14/7/2026).

Hal ini di benarkan oleh Kepala Sekolah Ius bahwa sekolah ini sudah ada sejak 1972. Dengan usia sekolah yang sudah lebih dari setengah abad tentu banyak fasilitas sekolah yang harus di perbaharui kembali.

"Kami berharap pemerintah dapat melakukan penambahan ruang kelas karena kondisi saat para murid kami ada yang belajar di ruang perpustakaan, kantin dan ada yang melakukan proses belajar mengajar duduk di lantai," ujarnya.

Ius juga berharap pemerintah daerah benar-benar memperhatikan sekolah yang berada di perbatasan. Ia meminta ada regenerasi tenaga guru di sekolah nya karena setiap tahun selalu ada guru-guru yang memasuki masa pensiun.

"Bangunan sekolah kami sudah loyo, cukup tua maka kami berharap pemerintah bisa merevitalisasi dan menambah tenaga guru di SD Negeri 1 Aruk yang berada di muka perbatasan Indonesia-Malaysia," terangnya.

Sementara ketua komite SD Negeri Aruk Junedi Manurung meminta pemerintah untuk lebih memperhatikan dunia pendidikan di wilayah perbatasan. Jumlah siswa di sekolah ini tidak lebih dari 250 siswa dan masih kekurangan ruang kelas.

"Ini sekolah diujung negeri karena di sana di samping sekolah kami ini sudah daerah Biawak Malaysia dan kami di Aruk merupakan garda terdepan Indonesia, mohon perbaiki fasilitas pendidikan kita," ungkapya.

Menurut Junaedi ia dan pihak pengelola sekolah dalam waktu dekat akan melakukan rapat untuk mengatasi kekurangan ruang kelas. Menurutnya kemungkinan besar membagi waktu belajar dengan masuk pagi dan siang.

Seorang wali murid yang enggan disebut namanya meminta pihak pemerintah benar-benar serius memperhatikan perkembangan dunia pendidikan di daerah perbatasan. Jarak sekolah ini dengan Malaysia hanya beberapa kilometer saja.

"Sebagai rakyat perbatasan beranda terdepan NKRI berharap pemerintah bisa merevitalisasi SD Negeri 1 Aruk agar sekolah kami tidak dipandang sebelah mata oleh orang negara tetangga," tandasnya.