
Jakarta, Detikrepublik.com – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp17,52 triliun kepada Kementerian Keuangan guna mendukung penyaluran bantuan pangan berupa beras kepada jutaan keluarga penerima manfaat (KPM). Program tersebut direncanakan berlangsung selama tiga bulan, mulai Agustus hingga Oktober 2026.
Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, menjelaskan bahwa usulan tambahan anggaran tersebut saat ini masih berada pada tahap penyelesaian administrasi melalui proses Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). Setelah seluruh tahapan rampung, bantuan akan segera disalurkan kepada masyarakat.
Menurutnya, dana yang diajukan sepenuhnya diperuntukkan bagi program bantuan pangan beras dan tidak mencakup komoditas pangan lainnya. Program ini ditargetkan menjangkau sekitar 33,2 juta keluarga penerima manfaat sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat.
Sebelumnya, Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyampaikan bahwa sekitar 997,2 ribu ton beras telah dipersiapkan untuk penyaluran bantuan pangan tahap kedua. Distribusi dijadwalkan dimulai pada Agustus 2026 dengan sistem one shoot, yaitu seluruh alokasi tiga bulan disalurkan sekaligus.
Dalam skema tersebut, setiap keluarga penerima manfaat akan memperoleh bantuan beras sebanyak 10 kilogram untuk masing-masing bulan yang telah dialokasikan.
Ketut menambahkan, realisasi bantuan pangan tahap pertama yang mencakup alokasi Februari dan Maret 2026 telah mencapai sekitar 99,7 persen. Program itu berhasil menjangkau sekitar 33,14 juta keluarga, dengan total penyaluran mencapai 664,88 ribu ton beras serta 132,97 ribu kiloliter minyak goreng.
Masih terdapat sekitar 0,3 persen penyaluran yang belum terselesaikan, terutama di sejumlah wilayah Papua serta beberapa daerah di Sumatera dan Sulawesi. Meski demikian, Bapanas menilai pelaksanaan bantuan pangan tahap pertama secara umum berjalan dengan baik.
Dengan target distribusi tahap kedua mencapai 997,2 ribu ton, total bantuan pangan beras yang disalurkan pemerintah sepanjang 2026 diperkirakan mencapai sekitar 1,66 juta ton. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan realisasi tahun 2025 yang tercatat sebesar 710,78 ribu ton selama empat bulan penyaluran.
Bapanas menegaskan bahwa setelah tambahan anggaran resmi masuk dalam DIPA, Kepala Badan Pangan Nasional akan memberikan penugasan kepada Perum Bulog untuk segera melaksanakan distribusi bantuan kepada para penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Redaksi: IL

Komentar