Halmahera Tengah, Detikrepublik.com - Kabar gembira disambut rasa syukur mendalam oleh masyarakat Desa Lukulamo, Desa Kobe, dan wilayah sekitarnya. Layanan transportasi antar-jemput siswa rute Lukulamo–Lelilef serta Kobe–Sawai Itepo yang sempat mati suri selama kurang lebih dua tahun terakhir, kini kembali berjalan normal. Hak mendasar anak-anak untuk menempuh pendidikan dengan aman dan layak akhirnya kembali terpenuhi. Jumat, (24/7/26)
Secara rinci, total 3 unit bus sekolah diserahkan dengan pembagian alokasi yang jelas:
1. Unit khusus melayani wilayah Desa Kobe.
2. Unit khusus melayani Desa Lukulamo dan wilayah sekitarnya.
Kondisi terhentinya layanan ini bermula dari proses peralihan manajemen yang rumit dan berliku saat pengelolaan berpindah dari PT Tekindo ke PT IWIP. Selama dua tahun masa jeda itu, beban berat jatuh ke pundak anak-anak dan orang tua, yang harus berjuang sendiri memastikan kehadiran di sekolah tanpa dukungan fasilitas yang seharusnya menjadi hak mereka.
Kini kegembiraan itu hadir nyata. Melalui upaya keras, komunikasi yang terus dibangun, serta niat tulus dari berbagai pihak, manajemen PT IWIP akhirnya merespons kebutuhan mendesak masyarakat dengan mewujudkan bantuan 3 unit bus sekolah yang siap beroperasi penuh.
Atas keberhasilan ini, Masyarakat, Pemuda Karang Taruna Desa Lukulamo dan Masyarakat Desa Kobe menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya:
Teristimewa kepada DPRD Halmahera Tengah, khususnya Dapil II Putra Sian Arimawa selaku Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Halmahera Tengah, yang senantiasa menjadi jembatan aspirasi dan tak lelah memperjuangkan kepentingan rakyat. Serta penghargaan besar kepada Manajemen PT IWIP yang telah bersikap terbuka, peduli, dan mewujudkan komitmen nyata demi masa depan pendidikan putra-putri daerah.
Kami berharap layanan ini terus berjalan tertib, aman, dan berkelanjutan. Jangan sampai kembali terhenti, karena ini bukan sekadar soal kendaraan—ini soal menjamin anak-anak kami tak putus sekolah.
Namun disambut rasa syukur itu, Tokoh Pemuda Karang Taruna Tunas Harapan Lukulamo, Bung Nuel Lube, menegaskan sikap tegas:
“Kerja sama ini semoga terus berjalan baik untuk semua pihak, namun jangan lupa masih banyak aspirasi masyarakat yang belum terpenuhi.
Kami masih menuntut penyediaan air bersih desa serta water truck untuk menyiram jalan yang setiap hari tertutup debu tebal akibat aktivitas perusahaan. Begitupun terkait alih fungsi Sungai Lukulamo, normalisasi harus dilaksanakan persis sesuai tuntutan dan aspirasi yang sudah kami sampaikan secara berulang kali sejak tahun 2024 hingga 2025 lalu.”
Bantuan bus sekolah adalah langkah awal yang patut diapresiasi, namun tidak boleh menjadi alasan untuk menutup mata terhadap hak-hak lain warga yang sama mendesaknya. Masyarakat menginginkan kerja sama yang menyeluruh, adil, dan menepati setiap janji yang pernah disampaikan. Semoga langkah ini menjadi awal hubungan yang semakin erat, jujur, dan saling menghargai antara perusahaan dan masyarakat demi kemajuan bersama tanah Weda Tengah yang kita cintai. (Tim/Red)

Komentar