Pulau Taliabu, detikRepublik.com—Aktivis Mahasiswa Muflihun La Guna menyoroti Aroma Aroma kelalaian birokrasi di taliabu selatan kab, Pulau Taliabu (Maluku utara) kian menyengat. Aktivis mahasiswa menyoroti dugaan kuat bahwa Camat Taliabu Selatan tidak menjalankan tugasnya secara aktif, bahkan disebut lebih sering “menghilang” dari kantor ketimbang melayani masyarakat. (Rabu 1/04/2026)
Temuan ini bukan sekadar isu liar. Sejumlah warga mengaku kesulitan mengurus administrasi karena kantor kecamatan kerap tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Pelayanan publik disebut tersendat, sementara kepastian kehadiran pimpinan wilayah nyaris tak pernah jelas.
“Ini bukan lagi soal disiplin, ini soal tanggung jawab yang ditinggalkan,” tegas seorang aktivis mahasiswa dalam keterangannya. “Bagaimana mungkin seorang camat digaji negara tapi tidak berada di tempat tugas? Ini bentuk pembiaran yang memalukan.”Mengacu pada prinsip dasar disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN), ketidakhadiran tanpa alasan yang sah dapat dikategorikan sebagai pelanggaran disiplin.
ASN wajib hadir dan menjalankan tugas sesuai jam kerja. Ketidakhadiran berulang tanpa keterangan dapat dikenai sanksi administratif hingga pencopotan jabatan.Pejabat struktural seperti camat memiliki tanggung jawab lebih besar karena menyangkut pelayanan publik langsung.
“Kalau dugaan ini benar, maka ini bukan hanya pelanggaran ringan. Ini bisa masuk kategori pelanggaran disiplin berat,” tegas muflihun La Guna.
Mahasiswa menilai kondisi ini mengindikasikan adanya kegagalan sistemik dalam pengawasan aparatur pemerintah daerah. Mereka bahkan menduga ada unsur pembiaran dari pihak yang lebih tinggi.“Kalau Bupati tidak tahu, itu berarti pengawasannya lemah. Tapi kalau tahu dan diam, itu lebih berbahaya,” ujar muflihun
Situasi di lapangan disebut sudah memasuki tahap mengkhawatirkan. Beberapa warga mengaku harus menunda berbagai urusan penting karena tidak adanya pejabat berwenang yang bisa mengambil keputusan di kantor kecamatan.
Desakan ini sayaa alaramkan mengarah langsung kepada pucuk pimpinan daerah. Aktivis Mahasiswa Muflihun La Guna menuntut Bupati Kabupaten Pulau Taliabu segera mengambil langkah tegas berupa pencopotan Camat Taliabu Selatan, sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja aparatur di wilayah, dan pastikan kembali apa kah masyarakat betul betul di layani atau memang di biarkan.
Tak berhenti pada desakan, aktivis mahasiswa muflihun La Guna memastikan bahwa aksi lapangan tinggal menunggu waktu. Mereka berencana menggelar demonstrasi besar-besaran di kantor Camat Taliabu Selatan sebagai bentuk tekanan langsung.
“Aksi ini bukan seremoni. Kami akan turun dengan massa, dan kami pastikan ini jadi perhatian publik. Kalau perlu, kami kepung kantor kecamatan sampai ada kejelasan,” tegas aktivis
Di tengah meningkatnya tekanan publik, satu hal menjadi pertanyaan besar: apakah ini sekadar kelalaian individu, atau cermin dari buruknya tata kelola pemerintahan pulau taliabu di tingkat lokal?.Jika tidak segera dijawab dengan tindakan nyata, bukan tidak mungkin kritikan ini akan membesar—dan krisis kepercayaan terhadap pemerintah daerah semakin dalam.
.png)
Komentar