BINJAI — DetikREPUBLIK.com | Pancasila tidak boleh berhenti sebagai simbol yang hanya dikenang setiap peringatan nasional. Nilai-nilainya harus hadir dalam sikap, pelayanan dan kehidupan sehari-hari. Pesan itulah yang mengemuka dalam ucapan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Binjai, Chairin F. Simanjuntak, S.Sos., M.M., dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026.
Chairin menyampaikan ucapan selamat Hari Kesaktian Pancasila kepada seluruh masyarakat Kota Binjai. Momentum tersebut sekaligus menjadi ajakan untuk memperkuat persatuan, menjaga kebersamaan serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila di tengah keberagaman masyarakat.
“Selamat Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026. Mari kita jadikan Pancasila sebagai pedoman dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta memperkuat semangat gotong royong,” demikian pesan Chairin.
Menurutnya, peringatan Hari Kesaktian Pancasila memiliki makna penting dalam mengingat kembali bahwa persatuan dan kesatuan merupakan kekuatan fundamental bangsa Indonesia.
Karena itu, pengamalan Pancasila dinilai tidak cukup hanya melalui kegiatan seremonial. Nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah dan keadilan sosial perlu tercermin dalam perilaku masyarakat maupun dalam pelaksanaan tugas pemerintahan.
Dalam konteks pemerintahan daerah, semangat tersebut juga dapat diwujudkan melalui pelayanan publik yang mengedepankan kepentingan masyarakat, kebersamaan, tanggung jawab dan integritas.
Chairin mengajak seluruh elemen masyarakat Kota Binjai untuk menjaga kerukunan serta memperkuat semangat gotong royong sebagai bagian dari pengamalan nilai-nilai Pancasila.
“Pancasila adalah fondasi bersama. Dengan menjaga persatuan, memperkuat gotong royong dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, kita dapat terus membangun Kota Binjai yang lebih baik,” pesannya.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 pun diharapkan tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bersama bahwa persatuan, toleransi dan gotong royong merupakan bagian penting dalam perjalanan pembangunan Kota Binjai dan Indonesia.
Reporter: Adek Ginting & Red
.png)
Komentar