
JAKARTA, DetikRepublik.com – Pemerintah pusat menyalurkan bantuan total Rp1,235 triliun untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tujuh provinsi dan 35 kabupaten/kota terdampak. Dukungan ini diarahkan untuk mempercepat pemadaman, melindungi masyarakat, serta memperkuat operasional petugas di lapangan. Sabtu 24/10/26.
Bantuan tahap pertama sebesar Rp760 miliar disalurkan pada 7 September 2026, kemudian dilanjutkan dengan tahap kedua pada 22 Oktober 2026.

Menko PMK Sugiono menyampaikan bahwa bantuan tersebut diprioritaskan untuk melindungi masyarakat, mempercepat penanganan kebakaran, serta memenuhi kebutuhan operasional dan logistik petugas. Pemerintah juga mengerahkan sekitar 71 ribu personel melalui operasi darat dan udara.
Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) mendukung langkah pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat penanganan karhutla secara terpadu dan tepat sasaran.
Gerindra menilai penanganan karhutla membutuhkan koordinasi lintas sektor, kesiapan personel, serta dukungan logistik yang memadai agar pemadaman berjalan efektif dan masyarakat di wilayah terdampak tetap terlindungi.

Upaya ini diharapkan tidak hanya mempercepat pemadaman, tetapi juga meminimalkan dampak kebakaran terhadap kesehatan masyarakat, lingkungan, dan aktivitas ekonomi warga.
Keselamatan rakyat harus menjadi prioritas utama. Penanganan karhutla perlu dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan, disertai langkah pencegahan agar risiko kebakaran serupa dapat ditekan pada masa mendatang.
Redaksi: I'm
.png)
Komentar