BANDAR LAMPUNG – Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai (Saburai) menggelar yudisium gabungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL), Senin (19/10/2026). Sebanyak 67 mahasiswa mengikuti prosesi yudisium yang menjadi penanda penyelesaian pendidikan sekaligus awal perjalanan menuju dunia kerja dan pengabdian kepada masyarakat.
Rektor Universitas Saburai, Dr. Sodirin, S.E., M.M., menegaskan bahwa gelar akademik harus diiringi integritas, tanggung jawab, dan kemampuan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dari total peserta yudisium, sebanyak 41 mahasiswa berasal dari Program Studi Manajemen, tujuh mahasiswa dari Program Studi Akuntansi, dan 19 mahasiswa dari FISIPOL.
Dalam sambutannya, Sodirin menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yudisium. Ia mengingatkan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal untuk menghadapi tantangan kehidupan dan persaingan di dunia profesional.
“Setelah lulus ini, jangan berpikir bahwa belajar kalian sudah selesai. Justru sekarang kalian mulai masuk ke dunia yang sebenarnya,” ujar Sodirin.
Menurutnya, setiap lulusan memiliki perjalanan karier yang berbeda. Ada yang langsung bekerja, membangun usaha, maupun masih mencari peluang yang sesuai dengan kemampuan dan minatnya.
Karena itu, ia meminta para lulusan untuk terus belajar, bekerja sungguh-sungguh, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan.
“Yang penting jangan berhenti berusaha dan terus belajar,” tegasnya.
Sodirin menekankan, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang memiliki ijazah. Pendidikan juga harus membentuk karakter agar alumni mampu menjaga kepercayaan, bertanggung jawab, serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan.
“Saya berharap lulusan Universitas Saburai ini bukan hanya punya gelar, tetapi juga punya sikap yang baik, bisa dipercaya, punya tanggung jawab, dan bisa membawa manfaat bagi orang lain,” katanya.
Ia juga berpesan agar para alumni menjaga nama baik almamater dan membuktikan bahwa lulusan Universitas Saburai mampu bersaing serta berkontribusi bagi pembangunan, khususnya di Provinsi Lampung.
Ketua YP Saburai Berpesan Lulusan Jaga Nama Baik Almamater
Ketua Yayasan Pendidikan Saburai, H. Ahmad Bastari, S.Sos., M.M., turut menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh mahasiswa FEB dan FISIPOL yang telah menyelesaikan pendidikan.
Ia berharap para lulusan dapat mengamalkan ilmu yang diperoleh selama kuliah sebagai bekal untuk berkarya, mengembangkan diri, dan memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat.
Ahmad Bastari juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik almamater di mana pun para alumni berada.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan harus tercermin dari kemampuan lulusan menerapkan ilmu pengetahuan dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
“Selamat kepada seluruh peserta yudisium yang telah menyelesaikan pendidikan. Saya berharap ilmu yang diperoleh selama kuliah dapat diamalkan dengan baik serta menjadi bekal untuk berkarya dan memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Ahmad Bastari.
Ia juga berpesan agar para alumni senantiasa menjaga nama baik Universitas Saburai serta menunjukkan sikap dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai positif selama menempuh pendidikan.
“Jaga nama baik almamater Universitas Saburai. Tunjukkan bahwa lulusan Saburai mampu menjadi pribadi yang bertanggung jawab, berintegritas, dan bermanfaat bagi masyarakat,” pesannya.
Dekan FEB Tekankan Integritas dan Kepedulian Sosial
Pesan mengenai karakter dan tanggung jawab juga disampaikan Dekan FEB Universitas Saburai, Dr. Khairul Saleh, S.E., M.M., yang dalam kesempatan tersebut juga mewakili Dekan FISIPOL.
Khairul menegaskan bahwa gelar akademik bukan sekadar simbol keberhasilan menyelesaikan pendidikan, melainkan amanah yang harus diiringi integritas, profesionalitas, dan kepedulian terhadap sesama.
“Semoga ilmu yang diperoleh menjadi bekal untuk berkarya, mengabdi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi. Menurutnya, kemajuan universitas membutuhkan komitmen seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan pelayanan.
“Layani dengan hati, bekerja dengan integritas, dan berkarya dengan profesionalitas. Karena pelayanan yang luar biasa lahir dari ketulusan, tumbuh melalui komitmen, dan menghasilkan kepercayaan,” tegasnya.
Khairul menambahkan bahwa budaya saling mendukung dan bekerja sama perlu terus dibangun agar tercipta lingkungan akademik yang berkualitas.
Ia juga mengingatkan para lulusan agar tidak hanya mengejar kesuksesan pribadi, tetapi turut memiliki kepedulian terhadap persoalan di sekitarnya.
Menurutnya, membantu sesama tidak harus selalu dilakukan dengan materi. Setiap orang dapat memberikan kontribusi melalui tenaga, pemikiran, maupun doa sesuai kemampuannya.
“Jika tidak mampu membantu dengan uang, bantulah dengan tenaga. Jika tidak mampu dengan tenaga, bantulah dengan pikiran. Jika tidak mampu dengan pikiran, bantulah dengan doa. Dan jika itu pun belum mampu, setidaknya jangan menyusahkan orang lain,” pesannya.
Ia menegaskan pentingnya mengambil peran dalam menyelesaikan persoalan, baik di lingkungan kerja maupun kehidupan bermasyarakat.
“Jika belum mampu menjadi bagian dari solusi, setidaknya jangan menjadi bagian dari masalah,” ujarnya.
Khairul juga berpesan agar para lulusan tetap rendah hati dan bertanggung jawab setelah menyandang gelar akademik. Menurutnya, keberhasilan tidak hanya diukur dari pencapaian pribadi, tetapi juga dari manfaat yang diberikan kepada orang lain.
“Bawalah ilmu dengan kerendahan hati, gelar dengan tanggung jawab, dan keberhasilan dengan kepedulian. Sebab, ukuran keberhasilan yang sesungguhnya bukan hanya seberapa tinggi kita mencapai cita-cita, melainkan seberapa besar manfaat yang dapat kita berikan kepada sesama,” ungkapnya.
Tiga Mahasiswa FISIPOL Raih Predikat Dengan Pujian
Yudisium tersebut juga diwarnai capaian akademik mahasiswa FISIPOL. Berdasarkan surat keputusan Dekan FISIPOL tertanggal 14 Oktober 2026 tentang penetapan lulusan terbaik Program Studi Administrasi Publik tahun 2026, tiga mahasiswa berhasil meraih predikat Dengan Pujian.
Ketiganya adalah Sulis Aprilia dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,81, Bella Riani dengan IPK 3,68, dan Junita dengan IPK 3,66.
Prestasi tersebut menjadi bentuk apresiasi atas capaian akademik mahasiswa sekaligus diharapkan dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus meningkatkan kualitas belajar dan kompetensi.
Dosen Berprestasi Jadi Bagian dari Penguatan Mutu Akademik
Selain prestasi mahasiswa, Universitas Saburai juga mencatat capaian dosen berprestasi di lingkungan fakultas.
Dr. Maristiana Ayu, S.E., M.S., A.K., Akt., CA., CSRS ditetapkan sebagai dosen berprestasi tingkat FEB tahun 2026 berdasarkan surat keputusan tertanggal 19 Oktober 2026.
Sementara itu, Eka Ubaya Taruna Rauf, S.Sos., M.Si., tercantum dalam surat keputusan penetapan dosen berdasarkan SINTA tahun 2026 di lingkungan FISIPOL.
Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan kualitas akademik dan pengembangan kompetensi dosen di lingkungan Universitas Saburai.
Melalui yudisium gabungan ini, Universitas Saburai tidak hanya menandai kelulusan 67 mahasiswa, tetapi juga menegaskan pentingnya integritas, profesionalitas, dan kepedulian sosial sebagai bekal memasuki dunia kerja.
Para lulusan diharapkan mampu menjaga nama baik almamater, mengimplementasikan ilmu pengetahuan, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara. (Adm)
Komentar