
Hal-Sel, DETIKREPUBLIK.COM - Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan keselamatan peserta didik di tengah kondisi kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang kian memprihatinkan, Kepala Sekolah SDN 246 Halmahera Selatan (Halsel), Safila Yahya, S.Pd., bersama jajaran guru menggelar aksi pembagian masker gratis kepada seluruh siswa dan siswi di lingkungan sekolah, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan tersebut merupakan langkah preventif yang dilakukan pihak sekolah untuk melindungi para siswa dari dampak buruk paparan kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan, terutama pada sistem pernapasan anak-anak. Upaya ini juga menjadi bentuk perhatian sekolah dalam memastikan keselamatan peserta didik tetap menjadi prioritas di tengah kondisi lingkungan yang membutuhkan kewaspadaan bersama.
Kabut asap akibat Karhutla menjadi perhatian serius karena paparan asap dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, seperti iritasi mata, batuk, sesak napas, hingga Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Anak-anak termasuk kelompok yang rentan terhadap pencemaran udara sehingga membutuhkan perlindungan dan pengawasan ekstra dari pihak sekolah maupun orang tua.
Melalui pembagian masker gratis tersebut, pihak SDN 246 Halsel berharap para siswa dapat lebih terlindungi saat mengikuti kegiatan belajar-mengajar, khususnya ketika harus beraktivitas di luar ruangan atau melakukan perjalanan dari rumah menuju sekolah.
Kepala SDN 246 Halsel, Safila Yahya, S.Pd., mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian sekaligus tanggung jawab sekolah terhadap kesehatan seluruh warga sekolah. Menurutnya, kondisi kabut asap tidak boleh dianggap sepele karena dapat berdampak pada kesehatan anak-anak dan mengganggu konsentrasi mereka selama mengikuti pelajaran.
“Kesehatan dan keselamatan siswa adalah prioritas utama kami. Melalui pembagian masker ini, kami ingin memastikan para siswa terhindar dari potensi gangguan pernapasan akibat kabut asap Karhutla. Kami berharap anak-anak tetap dapat fokus dan terlindungi selama mengikuti kegiatan belajar-mengajar di sekolah,” ujar Safila Yahya.
Ia menjelaskan, sekolah tidak hanya bertanggung jawab terhadap pencapaian akademik siswa, tetapi juga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan nyaman. Oleh karena itu, langkah pencegahan perlu dilakukan sejak dini agar risiko gangguan kesehatan akibat pencemaran udara dapat diminimalkan.
Selain membagikan masker, para guru juga memberikan imbauan dan edukasi langsung kepada siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama kondisi kabut asap masih berlangsung. Para siswa diingatkan agar menggunakan masker dengan benar, mengurangi aktivitas di luar ruangan, serta segera melaporkan kepada guru atau orang tua apabila mengalami keluhan kesehatan, seperti batuk berkepanjangan, sesak napas, atau iritasi mata.
Pihak sekolah juga mengimbau orang tua dan wali murid agar turut mengambil peran dalam melindungi anak-anak ketika berada di rumah maupun saat perjalanan menuju dan dari sekolah. Orang tua diharapkan memastikan anak mendapatkan asupan air yang cukup, menjaga pola istirahat, serta membatasi kegiatan luar ruangan apabila kualitas udara memburuk.
Menurut pihak sekolah, sinergi antara guru, orang tua, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menghadapi dampak kabut asap. Kesadaran bersama dalam menerapkan langkah-langkah pencegahan dinilai penting agar anak-anak tetap dapat menjalankan aktivitas pendidikan dengan memperhatikan kondisi kesehatan mereka.
Di sisi lain, pihak SDN 246 Halsel menegaskan akan terus memantau perkembangan kondisi kabut asap dan kualitas udara di sekitar lingkungan sekolah. Apabila situasi semakin memburuk, sekolah siap mempertimbangkan langkah antisipasi lanjutan dengan berkoordinasi serta mengikuti arahan dan kebijakan dari Dinas Pendidikan maupun instansi terkait.
Langkah tersebut diperlukan agar pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar dapat disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan tidak mengabaikan aspek keselamatan peserta didik. Jika kualitas udara tidak sehat, pembatasan aktivitas di luar ruangan menjadi salah satu upaya yang dapat dipertimbangkan sesuai dengan kondisi serta petunjuk dari pihak berwenang.
Safila Yahya berharap, melalui kegiatan pembagian masker dan edukasi kesehatan ini, seluruh siswa semakin memahami pentingnya menjaga diri dari paparan kabut asap. Ia juga mengharapkan dukungan semua pihak agar upaya perlindungan terhadap anak-anak dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para siswa dapat terhindar dari dampak buruk kabut asap dan proses pendidikan tetap berlangsung tanpa mengabaikan faktor kesehatan. Kami mengajak orang tua dan seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesehatan anak-anak serta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak Karhutla,” pungkasnya.
Redaksi: Wan
.png)
Komentar