
Pagiman Sulawesi Tengah–Turnamen Berani Juara 2026 yang digelar di Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, kembali tercoreng oleh insiden kekerasan di lapangan. Dalam laga panas antara Taliabu Muda melawan Bunta Putra FC, seorang pemain Taliabu Muda dilaporkan menjadi korban pemukulan hingga harus dilarikan ke Puskesmas Pagimana untuk mendapatkan penanganan medis.
Peristiwa tersebut terjadi di tengah jalannya pertandingan yang berlangsung sengit. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, insiden bermula dari pemain bunta yang tiba tiba melakukan siku brutal ke pemain Taliabu muda yang kemudian memicu aksi tidak sportif. Salah satu pemain dari tim lawan (Bunta putra) diduga melakukan siku, yang berujung pada cedera serius yang dialami pemain Taliabu Muda.
Ironisnya, dalam situasi tersebut tidak terlihat adanya tindakan tegas dari wasit. Tidak ada
kartu merah yang dikeluarkan terhadap pemain yang diduga melakukan pelanggaran keras tersebut. Kondisi ini memicu kekecewaan masyarakat setempat yang menonton langsung
tim Taliabu Muda dan para pendukung yang menyaksikan pertandingan.
Tim medis Pagimana bergerak cepat menangani korban. Pemain yang mengalami cedera langsung dievakuasi ke Puskesmas Pagimana untuk mendapatkan perawatan intensif.
Dokter yang menangani korban menyampaikan bahwa pemain tersebut mengalami luka robek pada bagian daun telinga serta pembengkakan di area belakang telinga. “Korban mengalami robekan di daun telinga dan pembengkakan di bagian belakang telinga. Kami sarankan untuk segera dirujuk ke dokter spesialis THT karena ada indikasi pembengkakan di bagian dalam,” ujar Dokter Puskesmas Pagimana.
Penanganan cepat dari tim kesehatan setempat mendapat apresiasi, namun insiden ini menyisakan pertanyaan besar terkait pengawasan pertandingan dan profesionalitas perangkat wasit dalam menjaga keselamatan pemain di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari panitia pelaksana maupun pihak penyelenggara turnamen terkait insiden tersebut. Publik berharap adanya evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terulang, serta menjamin keamanan seluruh pemain dalam setiap pertandingan.

Komentar