
Halmahera Selatan detik republika– Aroma busuk dugaan penyalahgunaan Dana Desa kembali menyeruak dari Desa Saketa, Kecamatan Gane Barat. Kali ini, bukan hanya masyarakat yang angkat suara, tetapi juga Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang secara terbuka menyatakan mosi tidak percaya terhadap Kades Saketa, Idjul M. Kiat.
Protes warga yang dipimpin Mado Boni berlangsung panas. Idjul dituding abai menjalankan kewajiban konstitusional, karena sejak menjabat belum menyerahkan Laporan Keterangan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (LKPPD) 2023–2024.
Ini bukan sekadar kelalaian, tapi pengabaian aturan. Kades wajib lapor ke BPD, tapi sampai hari ini LKPPD tidak pernah kami terima,” seru Mado dengan nada keras.
Jejak Manipulasi Anggaran Yang lebih mengkhawatirkan, warga menemukan adanya kejanggalan pada program lumbung pangan. Berdasarkan APBDes 2024, proyek itu seharusnya berjalan tahun lalu. Namun, faktanya baru digulirkan pada 2025.
Pergeseran tahun anggaran tanpa dasar hukum jelas membuka ruang dugaan manipulasi penggunaan Dana Desa. Warga menilai, praktik semacam ini merupakan bentuk rekayasa anggaran yang patut diusut tuntas.
Mereka menuntut Bupati Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba, segera menginstruksikan Inspektorat melakukan pemeriksaan khusus terhadap Kades Idjul.
Desakan Nonaktifkan Kades Gelombang protes kian mengeras. Masyarakat menilai Kades Idjul sudah kehilangan legitimasi moral dan politik untuk memimpin Saketa.
Kalau Bupati diam, kami yang akan bergerak. Kami tidak akan mengakui Idjul sebagai kepala desa, dan akan memboikot seluruh kegiatan pemerintahan desa,” ancam Mado, disambut sorakan warga.
Pemerintahan Lumpuh, Kantor Desa Dipalang
Sebagai bentuk penolakan total, warga dan BPD melakukan aksi pemalangan kantor desa. Kantor yang seharusnya menjadi pusat pelayanan publik kini terkunci rapat, membuat roda pemerintahan lumpuh total.
Pelayanan administrasi masyarakat terhenti. Desa Saketa praktis berada dalam krisis kepemimpinan, tanpa arah, dan menunggu tindakan tegas pemerintah kabupaten.
Diamnya Sang Kades Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada Kades Idjul M. Kiat belum membuahkan hasil. Telepon dan pesan singkat wartawan tak kunjung dijawab. Diamnya sang Kades justru semakin mempertebal kecurigaan warga atas dugaan penyalahgunaan Dana Desa.
Kasus Saketa kini menjadi cermin kelam lemahnya transparansi Dana Desa di Halmahera Selatan. Jika pemerintah kabupaten tidak segera turun tangan, konflik bisa meluas dan mengancam stabilitas sosial di tingkat akar rumput.
.png)
Komentar