UT Perkuat Gerakan Sekolah Anti Bullying dan Ramah Anak di Desa Tegal Bogor Melalui FGD dan Diseminasi Program PKM EQUITY -->

Iklan Semua Halaman

PASANG IKLAN ANDA DISINI, HUBUNGI ADMIN

UT Perkuat Gerakan Sekolah Anti Bullying dan Ramah Anak di Desa Tegal Bogor Melalui FGD dan Diseminasi Program PKM EQUITY

Admin Redaksi
Tuesday, 30 June 2026

Bogor, DetikRepublik.comKomitmen membangun lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan ramah anak terus diperkuat oleh Universitas Terbuka melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Nasional FKIP UT. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan Diseminasi Hasil PKM Program EQUITY yang digelar di Desa Tegal, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan yang mengusung tema "Program Sekolah Anti Bullying sebagai Upaya Penguatan Lingkungan Belajar Aman dan Ramah Anak" ini menjadi wadah kolaborasi multipihak dalam membangun ekosistem pendidikan yang sehat. Keterlibatan pemerintah desa, lembaga pendidikan, tokoh agama, organisasi kepemudaan, pendidik PAUD, yayasan, hingga masyarakat menunjukkan bahwa pencegahan perundungan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan komitmen bersama.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Desa Tegal, kepala sekolah SD dan PAUD se-Desa Tegal, pengurus yayasan, Ketua KNPI Kecamatan Kemang, Ketua dan pengurus MUI Kecamatan Kemang, Ketua HIMPAUDI Kecamatan Kemang, serta sejumlah perwakilan masyarakat.

Tim PKM Nasional FKIP Universitas Terbuka dipimpin oleh Dr. Dony Darma Sagita bersama anggota tim, yakni Dr. Mudayat, Dr. Ahmad Syaikhu, Uliya Khoirun Nisa, Novi Tri Astuti, dan Sari Wardani Simarmata.

Dalam sesi diseminasi, Dony Darma Sagita memaparkan capaian program pengabdian yang telah dilaksanakan selama tiga tahun terakhir di Desa Tegal sebagai desa binaan Universitas Terbuka. Berbagai program yang telah dijalankan meliputi pengembangan pojok baca di sekolah, pelatihan parenting positif, pendampingan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) bagi guru PAUD, penguatan implementasi Kurikulum Merdeka, hingga berbagai kegiatan edukatif yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan anak dan keluarga.

Menurut Dony, program pengabdian yang dilaksanakan tidak hanya berfokus pada kegiatan seremonial, tetapi diarahkan untuk membangun ekosistem pendidikan berbasis masyarakat yang berkelanjutan.

"Desa Tegal telah menjadi mitra strategis Universitas Terbuka dalam membangun ekosistem pendidikan berbasis masyarakat. Selama tiga tahun terakhir, berbagai program dapat terlaksana dengan baik berkat dukungan pemerintah desa, sekolah, guru, orang tua, serta masyarakat," ujarnya.


Sementara itu, Sekretaris Desa Tegal, Jayadi, mewakili pemerintah desa menyampaikan apresiasi atas kontribusi Universitas Terbuka dan LPPM UT dalam mendukung pengembangan pendidikan di wilayahnya.

"Atas nama Pemerintah Desa Tegal, kami menyampaikan terima kasih kepada Universitas Terbuka dan LPPM UT. Program-program yang dilaksanakan selama ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan semakin diperkuat di masa mendatang," kata Jayadi.

Usai sesi diseminasi, kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) Program EQUITY yang dipandu oleh Dony Darma Sagita. Dalam forum tersebut, narasumber dari Kementerian Agama, Dr. Randi Saputra, memaparkan materi bertajuk "Pencegahan Perilaku Bullying: Membangun Sekolah Aman dan Inklusif".

Randi menegaskan bahwa pencegahan bullying harus dilakukan secara kolektif dan berkesinambungan. Menurutnya, sekolah yang aman dan inklusif bukan hanya bebas dari kekerasan fisik, tetapi juga harus mampu menciptakan rasa aman secara psikologis, menghargai keberagaman, mencegah kekerasan verbal, serta membangun budaya saling menghormati dan peduli.

Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan dari Ketua HIMPAUDI Kecamatan Kemang, pengurus MUI Kecamatan Kemang, kepala sekolah, pengurus Yayasan Ibn Chaldun, serta peserta lainnya. Mereka sepakat bahwa gerakan sekolah anti bullying harus menjadi agenda bersama yang dimulai sejak usia dini.

Penguatan materi kemudian dilanjutkan oleh Agung Tri Prasetya yang menekankan pentingnya kesehatan psikologis dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah anak.

Pada akhir kegiatan, para peserta mendorong agar kolaborasi antara Pemerintah Desa Tegal dan Universitas Terbuka dapat diperluas dan diperkuat, khususnya dalam bidang pendidikan, kepemudaan, penguatan peran tokoh agama, kesehatan masyarakat, pendampingan guru, serta pemberdayaan keluarga.

Tim PKM Nasional FKIP Universitas Terbuka menyampaikan apresiasi kepada LPDP melalui Program PKM EQUITY yang telah memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut, sehingga program dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata serta berdampak langsung bagi masyarakat Desa Tegal.

"Upaya membangun sekolah anti bullying dan ramah anak membutuhkan kerja bersama yang berkelanjutan. Ketika sekolah, keluarga, pemerintah, dan masyarakat bergerak bersama, maka ruang tumbuh anak yang aman dan berkualitas dapat terwujud," tutup salah satu peserta FGD. (isb)